Teman-teman saya di kampus dulu, atau bahkan sewaktu saya bertandang ke kampus tahun lalu, saya mendapatkan kejutan yang membahagiakan, dulu mungkin saya hanya di kenal satu angkatan saja, dan beberapa dosen tentu hanya menganggap saya hanya sekedar mahasiswa biasa, bahkan ketika saya menjadi dosen, mungkin di pikiran mereka saya hanyalah dosen muda bau kencur, yang belum bisa menyaingi mereka, malah sekarang mereka tau saya sebagai konsultan IT.
Tapi ini semua saya buktikan bahwa, kreatif, dan terus mau belajar membawa kita lebih maju, dan satu hal bergaul dengan orang-orang yang tepat. Ini yang saya lakukan sejak tahun 2006, setelah bergabung menjadi aktifis Ilmu Komputer dan jargon yang tentunya Anda kenal semua Romi Satria Wahono, disini saya semakin terpacu melihat kelihaian semua orang dalam kelompok yang saling membangun dan saling memberi informasi, bersama-sama membentuk komunitas yang kuat dari tahun 2003, dan yang lebih menyenangkan, tidak ada sebuah levelitas yang nampak, cukup saling menyadari tempatnya masing-masing, karena masing-masing dari kami memeliki sisi kelemahan dan kelebihan masing-masing. Saya yang dulunya sampai memegang skill animasi, design, programming, semakin diasah dengan programming dengan penawaran-penawaran menjadi instruktur yang terus datang sampai saat ini, dan aplikasi yang dibuat pun semakin besar.
Tetapi inti dari semua keberhasilan, dari mana saya bisa belajar PHP dan lain sebagainya, jawabannya tentu bukan dari kampus yang seharusnya menjadi landasan awal saya untuk bisa mengerti dasar yang menjadikan saya seperti sekarang ini. Sebuah ironi dimana lulusan-lulusan kuliahan harus termangu melihat kenyataan di dunia kerja yang tidak bisa kita perhitungkan sebelumnya, saya dulu merasa masih tertinggal ribuan mil dari pengetahuan yang orang lain dapat. Tetapi saya tidak munafik bahwa saya menginginkan untuk tahu semuanya, dan menguasai semuanya.
Tetapi yang saya masih ingat dari bincang-bicang di IKC (IlmuKomputer.Com) bahwa maksimalitas itu penting, boleh tau semuanya tetapi hanya satu yang menjadi pegangan, mengikuti perkembangan dan tidak tertinggal adalah kunci supaya tetap exist di dalamnya.
Seorang teman sempat bicara kepada saya, saya ini keras kepala, dan setiap komentar, kritik yang masuk saya timpal lagi dengan argumen saya sendiri, dan wal hasil kritik itu membuat saya bisa lebih mengerti hidup dan juga belajar lagi dan lagi. Tidak puas menjadi hasil dari kritikan-kritikan yang datang, tentu bukan kritikan yang asal, tetapi kritikan yang membangun, ingat karena orang Indonesia itu doyan sekali mengkritik orang lain, padahal mereka sendiri belum tentu bisa melakukan apa yang orang yang dikritiknya itu lakukan, kritikan membangun itulah yang menjadikan sebuah ikon “TIDAK PUAS” jadi sebuah ukiran di otak yang dipatenkan, jangan sampe puas dengan hasil yang dimiliki sekarang, karena mungkin kita bisa ditinggal oleh yang lainnya, yang lebih peka penglihatan, pendengaran dan penciumannya di bandingkan diri kita sendiri.
Tetapi ironi, bahwa apa yang saya liat di sisi dunia lain, yang baru saya geluti, yaitu photography, ada sebuah kenyataan yang berbeda, ketika junior sedang belajar, hanya segelintir orang dalam komunitas yang mau berbagi tangannya, tetapi selebihnya menjelekkan bahkan meninggalkannya, setelah hasilnya mulai bagus, mereka mulai mengikuti dan berjalan bersama. Ironis, karena semua ilmu sebenarnya sama, ilmu akan semakin banyak ketika kita mau membaginya, terkadang mereka berfikir bahwa ilmu itu mahal dan tak ingin membaginya.
Tapi sungguh, jika Anda ingin berkarir, saya sarankan jadilah konsultan IT dan segala sesuatu yang berbau IT, karena modal yang Anda butuhkan tidak terlalu banyak di bandingkan fotografi, tetapi hasilnya bisa lebih banyak dari Anda berjualan foto di dunia fotografi… **PEACE ya buat para fotografer. Ini sesuai pengalaman saya saja.
Dari itu semua ingatlah bahwa “Ketika engkau pintar, kau layaknya gula, yang mengundang semut untuk menikmati kepintaranmu, tetapi ketika engkau tertinggal, merekapun akan meninggalkanmu.”
Popularity: 51% [?]
sama dong
karir … di IT
hobby … fotografi
kalo aq karena belum jago photo jadi tidak bisa berharap di dunia fotografi