<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Constantio Works</title>
	<atom:link href="http://constantio.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://constantio.web.id</link>
	<description>All Work... All Play</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jul 2010 17:47:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Seni dan sebuah &#8220;Aku&#8221;</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/07/08/seni-dan-sebuah-aku/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/07/08/seni-dan-sebuah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 05:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activity]]></category>
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan hidup bagaikan sebuah revolusi, evolusi, dan metamorfosis&#8230; Seni dan sebuah &#8220;Aku&#8221; merupakan sebuah kenyataan perjalanan yang ingin kutuliskan berdasarkan untuk mengingatkan aku tentang Who am i??. SENI LUKIS Pergerakan seni dimulai dari lukisan yang menggoret mulai dari Taman Kanak-Kanak, goresan tegas dengan garis-garis tegak lurus membuat aku terlangkahkan pada makna &#8220;Lukis Arsitektural&#8221; ketika lukisanku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan hidup bagaikan sebuah revolusi, evolusi, dan metamorfosis&#8230;</p>
<p><strong>Seni dan sebuah &#8220;Aku&#8221;</strong> merupakan sebuah kenyataan perjalanan yang ingin kutuliskan berdasarkan untuk mengingatkan aku tentang <em>Who am i??</em>.</p>
<p><strong>SENI LUKIS</strong></p>
<p>Pergerakan seni dimulai dari lukisan yang menggoret mulai dari Taman Kanak-Kanak, goresan tegas dengan garis-garis tegak lurus membuat aku terlangkahkan pada makna &#8220;Lukis Arsitektural&#8221; ketika lukisanku mirip dengan sebuah meja sederhana yang terekam oleh pensil-pensil warnaku. Sering melihat pola adalah kebiasaanku dari kecil, dengan seorang ayah yang selalu menyuarakan seni dari design-design jaitannya yang indah. garis-garis tegas dalam setiap rajutannya, dan setiap gambarnya membuat aku menjadi orang yang paling boros dalam menggunakan media kertas.<span id="more-381"></span><strong> </strong></p>
<p><strong>KOMIK DAN ILUSTRASI</strong></p>
<p>Pergerakan kembali menjelajah ketika aku mulai mencitai design-design dengan garis-garis lengkung, memainkan warna dan corak, bahkan mulai menciptakan karakter-karakter manusia di dalamnya, berevolusi ke dalam komik dan tertuang dalam media &#8220;Majalah Dinding&#8221; Sekolah, hingga ilustasiku masuk di salah satu novel &#8220;Lorong Tersembunyi&#8221;.</p>
<p><strong>WEBSITE DAN ANIMASI</strong></p>
<p><strong> </strong>Ketika duniaku beralih ke lingkungan kampus yang penuh dengan pembelajaran teknologi, seniku bermain bebas kedalam website dan design asal. Seiring berjalannya waktu semua berevolusi dalam rangkaian animasi flash yang ku masukan unsur komik, arsitektural, dan gerak visual. Hingga animasiku bergerak bebas untuk mencerdaskan bangsa ini di projek Departemen Pendidikan Nasional.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30849977&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=407118864583&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=407118864583&amp;id=1607956673"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs438.snc3/25214_1328343941165_1607956673_30849977_2392873_a.jpg" alt="" width="180" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sample Puisi dalam Design</p></div>
<p><strong>PUISI</strong></p>
<p><strong> </strong>Bersamaan dengan itu arah seniku berbarengan dengan seni tulisku, dari darah padang yang selalu bersentuhan dengan <strong>Pantun</strong>, akupun mulai mencintai seni puisi, bermain dengan kata-kata, mengapresiasikannya pula dalam cerpen dan novel yang hingga kini belum terpublikasikan. Citaku semoga novelku bisa rilis pure dengan sentuhanku.</p>
<p>Keinginanku untuk membuat ikatan tentang puisi di Indonesia terwujud indah dengan munculnya <a href="puisi-mania.com" target="_blank">Komunitas Pecinta Puisi Indonesia</a> atau yang dikenal dengan PUISI MANIA.</p>
<p><strong>SENI IT</strong></p>
<p>Dan aku harus mengakui ketika metamorfose di dalam lingkungan pemerintahan bukan lagi mengandalkan sebuah kenimaktan seni, tetapi kehandalan sebuah sistem di dalam website, hingga permainan seni visualku mulai mandek, dan aku menganggap ini adalah metamorfose baru saat aku di hadapkan untuk berimajinasi membentuk aplikasi yang handal, menganalisa dan membangun aku anggap seperti layaknya aku melukis sebuah bagunan maya dalam bidang maya pula.</p>
<p><strong>FILM</strong></p>
<p>Pembelajaranku ini semakin tertuang dengan aplikasi-aplikasi yang aku kombinasikan dengan dunia seni pula ketika aku membuat sebuah portal film di <a href="http://www.thebestmoviereview.com" target="_blank">The Best Movie Review</a> yang kini berdandan kembali dengan portal yang lebih baik lagi, layaknya seperti AOL, YAHOO, COMING SOON, website ini menceritakan dengan lebih universal, global, merambah kesemua dunia perfilman dunia, merangkul visualisasi cerita dan budaya 5 benua.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31110504&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=407118864583&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=407118864583&amp;id=1607956673"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs042.snc4/34484_1440777471933_1607956673_31110504_1402383_a.jpg" alt="" width="180" height="265" /></a><p class="wp-caption-text">Sample Fotografi</p></div>
<p><strong>FOTOGRAFI</strong></p>
<p>Kecintaanku pada fotografi ketika aku mulai memiliki kamera sederhana saat SMA, memang lebih kepada foto-foto tidak jelas dan tak penting, karena rol film habis untuk foto manusia yang kuambil secara asal. Hal ini tak kuperhatikan hingga mataku mulai suka dengan hal-hal yang diluar kebiasaan, mataku termasuk pemilih dalam objek, agak luar biasa dalam mengatakan komposisi dan anglenya. Hingga aku diperkenalkan dunia fotografi yang bagiku tak terbayangkan sebelumnya. Dunia ini membuatku bereksplorasi semakin gila. Menggila, hingga aku dihadapkan dengan &#8220;RULE-RULE&#8221; yang entah dari mana.</p>
<p>Aturan baku pengambilan gambar, dsb membuatku terhenyak, melihat kenyataan aku tak pernah berfikir sampai sana, yang ku tahu hanya metering foto sudah benar, komposisi dan caraku memandang objek sudah bagus menurutku sendiri, dan mungkin orang akan beranggapan sama denganku dengan hasil &#8220;ASAL JEPRET&#8221;. Aku mulai mengikuti aturannya, tetapi yang kudapatkan hanya ketidaknyamanan dan aku mulai kembali ke koridorku&#8230; &#8220;Asal Jepret!!&#8221;</p>
<p>Permainanku mengedepankan originalitas sebuah foto, permainan olah foto malah membuatku binggung, &#8220;Apa yang harus kulakukan untuk foto ini?&#8221;</p>
<p>Yang ku tahu hanya design sebuah website, bermain dengan visualisasi animasi, bukan olahan sebuah foto. Photoshop mulai kupakai ketika tuntutan ini semakin diperlukan, padahal Fatwa Haram Photoshop harus kucabut dari laptopku karena aku tak pernah bisa menggunakannya. Kini Photoshop kembali harus mati suri karena aku masih lebih mencintai Fireworks yang memiliki kinerja sederhana dengan hasil sesuai keinginanku. Di otakku, nilai seni adalah kebebasan dari seorang seniman, layaknya puisi, seni tulis ini mulai banyak keluar dari koridornya, bebas hingga tiada batas aturan verbal, tertulis hingga bersuara lebih dinamis dan beragam.</p>
<p>Dan indahnya seni adalah membiarkan seni itu tergambarkan bebas dari urat-urat seni yang ada di dalam tubuh masing-masing individu, seni itu egoisitas manusia, manusia memandang seni dengan mata yang berbeda, selera yang berbeda, dan manusia dapat dinilai dari mereka dalam menyikapi sebuah karya seni&#8230;</p>
<p>Seniku adalah arah dariku memandang hidup, menceritakan hidup, memvisualisasikan imajinasi, menuliskan kehasratan dan seniku adalah sebuah kebebasan tentang <strong>AKU</strong>!!</p>
<p>Cerita ini untuk mereka yang mencintai seni&#8230;<br />
Untuk semua sahabat yang membantuku dalam pergerakan seniku, terima kasih:</p>
<p>Alm Ayahku yang mengajarkan indahnya garis-garis lurus dalam gambar untuk mulainya nilai seni lukisku, mengajarkan untuk mencintai manusia dari pergerakan mereka terekam dalam media kertas<br />
Ibuku tercinta yang telah mengajarkanku kata-kata penuh puisi untuk nilai seni puisiku<br />
Ifan untuk selalu menyokongku dalam dunia komik dan dunia ilustrasi<br />
Romi Satria Wahono yang mengajarkanku berseni dalam dunia IT<br />
Ikha untuk memperkenalkanku pada dunia fotografi<br />
Dan semua yang mengajarkanku seni dalam hidup</p>
<p>Sekali lagi&#8230; Terima kasih untuk perkenalannya dan perjalanannya..<br />
Dan aku akan terus berevolusi, bermetamorfosis ke dunia yang semakin berseni dimataku&#8230;.</p>
<p>Story by me</p>
<p>Nofriza Nindiyasari<br />
Website IT: <a href="http://www.constantio.web.id" target="_blank">Constantio</a><br />
Puisi: <a href="http://www.puisi-mania.com" target="_blank">KPPI</a><br />
Fotografi: <a href="http://n2.n2-photography.com" target="_blank">N2 Photography</a></p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=381&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/07/08/seni-dan-sebuah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>False Color Effect</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/06/27/false-color-effect/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/06/27/false-color-effect/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 17:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Hunting]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2010/06/27/false-color-effect/</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita melihat sebuah foto dengan warna yang sangat bagus dan berbeda dengan aslinya, dalam benak kita adalah, bagaimana mereka bisa membuat hal seperti ini?, kita ambil contoh saja, sebuah foto dengan latar belakang berwarna hijau, menjadi biru atau bahkan ungu, ini akan menjadi pertanyaan besar bagi orang awam. Saya bisa menyebutnya sebagai teknik &#8220;FALSE [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" style="margin: 5px" src="http://n2-photography.com/wp-content/uploads/2010/06/model-mandiri-ba-001.jpg" alt="False Color Effect" width="575" height="436" /><br />
Terkadang kita melihat sebuah foto dengan warna yang sangat bagus dan berbeda dengan aslinya, dalam benak kita adalah, bagaimana mereka bisa membuat hal seperti ini?, kita ambil contoh saja, sebuah foto dengan latar belakang berwarna hijau, menjadi biru atau bahkan ungu, ini akan menjadi pertanyaan besar bagi orang awam. Saya bisa menyebutnya sebagai teknik &#8220;FALSE COLOR&#8221; dalam dunia fotografi, dengan menggunakan bantuan Photoshop.</p>
<p>Nah sekarang, saya akan menjelaskan sedikit tentang teknik penggunaan &#8220;False Color&#8221; dengan menggunakan photoshop. Saya juga menyertakan foto sebelum dan sesudah sebagai bahan pertimbangan Anda.<br />
Catatan:<br />
- Foto sebelum adalah foto asli tanpa di olah dari kamera saya: Canon 450D, dengan lensa Canon 55 &#8211; 250mm IS USM<br />
- Lokasi/Tanggal: Museum Bank Mandiri/ 18 April 2009<br />
- Tidak semua foto bisa dengan mudah menggunakan teknik ini, mainkan channel color untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan<br />
- Saya hanya sharing, semoga ilmunya bermanfaat buat teman-teman sekalian, &#8220;<em>Knowledge is for share not for sale ^^. Keep Share n humble <img src='http://constantio.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em>&#8221;</p>
<p>Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Duplikat Foto asli Anda</li>
<li><em>Images -&gt; Adjustment -&gt; Auto Contrast</em>, untuk membenahi kontras foto, lakukan ini sesuai selera</li>
<li><em>Images -&gt; Adjustment -&gt; Auto Color</em>, untuk membenahi warna foto, lakukan ini sesuai selera</li>
<li><em>Images -&gt; Adjustment -&gt; Shadow/highlight</em> untuk membuat bayangan dan cahaya semakin baik, lakukan ini sesuai selera</li>
<li><em>Filter -&gt; Sharpen -&gt; Sharpen</em>, untuk membuat foto semakin tajam, lakukan ini sesuai selera</li>
</ul>
<p><strong>Nah sekarang adalah langkah kunci dari tutorial ini, adalah sebagai berikut:</strong></p>
<ul>
<li><em>Images -&gt; Adjustment -&gt; Channel Mixer</em></li>
<li>Preset: None</li>
<li>Output Channels: Blue</li>
<li>Source Channels:</li>
<li>Red: +25</li>
<li>Green: + 125</li>
<li>Blue: -30</li>
<li>Constant: 0</li>
</ul>
<p>Perlu diingat bahwa tidak semua foto bisa mengikuti aturan ini, nilai pada source channel disini adalah membuat efek biru pada foto dari warna hijau yang aslinya, nah kamu bisa mencoba dengan aturan yang lain.</p>
<p>Hasil sebelum dan sesudah saya tampilkan disini sebagai referensi Anda, dan nantikan beberapa tutorial lainnya <img src='http://constantio.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Salam Hangat,</p>
<p><strong>Nofriza Nindiyasari</strong><br />
<em>Source: N2 Photography Free Tutorial: </em><a href="http://v2.n2-photography.com/2010/06/false-color-effect/"><em>False Color Effect</em></a></p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=379&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/06/27/false-color-effect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Logo Baru Shoping Yuk!</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/02/16/logo-baru-shoping-yuk/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/02/16/logo-baru-shoping-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design Graphic]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah brand atau merek dagang itu perlu, dan begitu juga dengan logo yang mencerminkan dari brand tersebut, sehingga dapat mencirikan ke khasan dari brand tersebut, kali ini, dengan sebuah inovasi yang diluar dari sebuah kebiasaan saya yang berbau tomboy, harus membuat logo dengan konsep girly, dan berbau pink, merah, dan ungu. Tetapi itulah istimewanya, sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a href="http://www.shopingyuk.com"><img title="Logo Shoping Yuk!" src="http://www.shopingyuk.com/images/logo-shoping-yuk.jpg" alt="Logo Shoping Yuk!" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Logo Shoping Yuk!</p></div>
<p>Sebuah brand atau merek dagang itu perlu, dan begitu juga dengan logo yang mencerminkan dari brand tersebut, sehingga dapat mencirikan ke khasan dari brand tersebut, kali ini, dengan sebuah inovasi yang diluar dari sebuah kebiasaan saya yang berbau tomboy, harus membuat logo dengan konsep girly, dan berbau pink, merah, dan ungu.</p>
<p>Tetapi itulah istimewanya, sebuah karya harus tetap di kembangkan, sudah lama tidak bermain di design, kali ini sungguh menjadi tantangan baru dan menyenangkan. Nah kali ini saya tidak membuat dengan Photoshop cukup dengan Macromedia Fireworks hingga dapat menjadinkannya seperti ini</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=366&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/02/16/logo-baru-shoping-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembenahan Blog Lama</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/02/12/pembenahan-blog-lama/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/02/12/pembenahan-blog-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 09:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini dipenuhi dengan pemberesan semua dokumen, bukan hanya yang terjadi dalam pekerjaan, tetapi juga dengan blog-blog yang sudah jablay, alias jarang disentuh lagi oleh saya, atau bahkan bisa dibilang tidak sama sekali, tetapi yang paling penting adalah bagaimana saya masih terus mengembangkan diri dalam dunia IT, fotografi, puisi, sastra dan kini merambah ke dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini dipenuhi dengan pemberesan semua dokumen, bukan hanya yang terjadi dalam pekerjaan, tetapi juga dengan blog-blog yang sudah jablay, alias jarang disentuh lagi oleh saya, atau bahkan bisa dibilang tidak sama sekali, tetapi yang paling penting adalah bagaimana saya masih terus mengembangkan diri dalam dunia IT, fotografi, puisi, sastra dan kini merambah ke dunia bisnis online, yang pastinya saya mengharapkan dukungan dari keluarga, rekan dan sahabat, juga para pembaca setia blog saya.</p>
<p>Kesibukan yang dilakukan di PGN (Perusahaan Gas Negara) dari bulan september lalu, hingga ditutup dengan launchingnya website aplikasi KM (Knowledge Management) awal februari lalu, menyebabkan saya konsentrasi penuh, dan blog-blog saya luput dari pengawasan, update-an dan bahkan informasi baru.<span id="more-342"></span></p>
<p>But jangan kecewa ya, pastinya dinantikan terus update tentang tutorial online yang akan saya sampaikan di dalam website ini untuk membantu rekan-rekan yang ada di dunia IT maupun ingin terjun di dunia IT. Bagi teman-teman atau pengunjung yang tertarik dengan prodak yang saya jual di website ini, silahkan langsung order saja <img src='http://constantio.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=342&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/02/12/pembenahan-blog-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curahan Hati Sang Pujangga</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/02/10/curahan-hati-sang-pujangga/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/02/10/curahan-hati-sang-pujangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 17:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Pecinta Puisi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pecinta]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pujangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2010/02/10/curahan-hati-sang-pujangga/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika aku menjadi kekasihmu, aku ingin menggenggam tanganmu agar kau tahu aku akan selalu bersamamu, aku ingin membelai rambutmu, kala kau tersenyum memandangku, aku ingin menatap wajahmu dalam tidur, agar kurekam dalam peraduan hatiku, menyematkan wajahmu selalu dalam figura abadiku. Ketika aku memintamu menjadi teman hidupku, aku ingin memelukmu selamanya, berusaha membahagiakanmu, aku ingin menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika aku menjadi kekasihmu, aku ingin menggenggam tanganmu<br />
agar kau tahu aku akan selalu bersamamu, aku ingin membelai rambutmu, kala kau tersenyum memandangku, aku ingin menatap wajahmu dalam tidur, agar kurekam dalam peraduan hatiku, menyematkan wajahmu selalu dalam figura abadiku.</p>
<p>Ketika aku memintamu menjadi teman hidupku, aku ingin memelukmu selamanya, berusaha membahagiakanmu, aku ingin menjadi sandaran jiwamu kala rapuh, dan bawa aku dalam pilumu, karena aku akan membawanya jauh darimu.</p>
<p>Ketika ada amarah diantara kita, aku tak akan berpaling darimu, walau kau memakiku, memarahiku dengan sejuta cacian. Aku akan terus menuntunmu, menjadikanmu apa yang kau mau. Aku akan menjadi pahlawanmu ketika kau terhempas di dunia yang membuatmu tersesat, menjadi penuntunmu dalam gelap, dan memberimu secercah cahaya walaupun kadang itu belum sempurna.<span id="more-265"></span></p>
<p>Ketika aku bersamamu, aku meminta Tuhan menghentikan waktu, karena aku tak ingin berpisah darimu, memohon pada-Nya memberikanmu selalu ada di hidupku, dan ijinkan aku menjadi orang yang selalu disampingmu saat bersama, berada di depan, saat kau takut menghadapi hidup, berada di belakangmu, ketika kau ingin berjuang untuk impianmu.</p>
<p>Ketika hasrat itu datang, aku ingin mengecupmu dalam gairah, berpacu dalam ribuan cinta yang bisa kuberikan, memberi apa yang aku bisa lakukan terbaik untukmu.</p>
<p>Ketika semua orang mengingkan kita berpisah, aku akan berjuang untuk terus bersamamu, tetap ada untuk hari-harimu, dan meyakinkanmu suara-suara itu hanya sebuah iringan lagu tak bermakna. Biarkanlah berlalu, dan kita buat dunia kita yang lain.</p>
<p>Ketika kau tak lagi menginginkanku, aku akan merelakanmu dalam senyuman, karena aku tak ingin membuatmu berat dalam meninggalkanku, hanya sebuah ucapan &#8220;Selamat Tinggal&#8221; untukmu, dan biarkan waktu menghapusku dalam kenanganmu. Walau perih mengisi hari-hariku tanpamu, aku akan tetap melihatmu dari duniaku yang gelap, memberimu doa dalam ribuah harapan hampa. Dan aku tak akan menghalangi langkahmu, memberi semangat ketika kau bersanding dengan yang lain, tersenyum dalam perih, tertawa dalam luka terdalam, menangis bahagia dalam tangisan abadiku.</p>
<p>Kekasih&#8230; Terima Kasih, kau buat duniaku penuh warna, penuh luka, penuh cinta, penuh harapan, dan aku tau makna hidup. Aku tak akan lagi menjadi seorang berpangkat pujangga, tapi aku tahu arti menjadi seorang Pecinta.</p>
<p><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Be a True Lover and find your true love<br />
&#8211;Terinspirasi dari kisah nyata sang pujangga&#8211;</p>
<p>Created by: Constantio<br />
Date: February, 11th 2010<br />
<span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=265&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/02/10/curahan-hati-sang-pujangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Cinta untuk Satu Hati</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/02/02/10-cinta-untuk-satu-hati/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/02/02/10-cinta-untuk-satu-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 17:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2010/02/10/10-cinta-untuk-satu-hati/</guid>
		<description><![CDATA[10 tahun yang lalu, aku memintamu menjadi kekasihku, entah karena kekosletan otakku yang parah dalam kekalauan hati, atau hanya sekedar canda yang berbuah manis yang kuberikan, telah membuatmu jatuh cinta kepadaku, hingga kau menerimaku apa adanya. 1 tahun pertama bersamamu, bagaikan panas api yang tak pernah padam, ada rayu, cumbu dan ribuan amarah dalam satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>10 tahun yang lalu, aku memintamu menjadi kekasihku, entah karena kekosletan otakku yang parah dalam kekalauan hati, atau hanya sekedar canda yang berbuah manis yang kuberikan, telah membuatmu jatuh cinta kepadaku, hingga kau menerimaku apa adanya.</p>
<p>1 tahun pertama bersamamu, bagaikan panas api yang tak pernah padam, ada rayu, cumbu dan ribuan amarah dalam satu cerita cinta yang ingin dibina, dan kau lelah hingga aku berjanji akan berubah, dan hatimupun mulai hinggap di satu pintu yang lain, aku bergidik diantara ketakutan, tapi aku melepasmu dengan hati teriris dibungkus senyum terpaksa. Kau bertahan, hingga kita lampaui, tahun kedua,</p>
<p>2 tahun bersamamu, terlalu banyak cinta, hingga tak kuasa menahan semua godaan, dan kita terlalu memahami, bahkan terlalu sempurna untuk bersama, sampai kita tahu, penghalang terbesar adalah keluarga kita sendiri.</p>
<p>3 tahun bersamamu, bagaikan sebuah mimpi, disaat semua terasa begitu sempurna, mencoba membuat semua terasa indah, hingga kisah itu berubah pahit, saat sahabat mulai memecah kita dalam masalah mereka. Kau hilang sesaat, bergumul dengan alasan yang tak pasti, dan aku mulai ragu.<span id="more-264"></span></p>
<p>3.5 tahun bersamamu, aku putuskan untuk mengakhirinya, dan kau menangis dalam hitungan hari, mencoba merayuku kembali. Tak sadarku bahwa kau terlalu menyayangiku, aku buta dengan semua kecemburuanmu, yang membuatku menjauh, atau bahkan cemburuku karena kau selalu bersama sahabat yang seakan ingin merebutmu dariku.</p>
<p>Tahun ke-4, kala aku menuntaskan semua, dan waktu terakhir kita bertemu, aku putuskan untuk memendam cinta dan tak ingin memulainya, hingga aku memintamu kembali kepadaku.</p>
<p>Tahun ke-5, saat aku pergi, melepaskanmu berulang kali, karena egoku, atau sikapmu yang membuat ruang gerakku bergidik tak sanggup. dan aku mencoba hidup, terbiasa tanpamu</p>
<p>Tahun ke-6 dan ke-7, aku luar biasa tak ada cinta untukmu, aku mungkin lupa, atau bahkan aku menemukan cinta baru yang membuatku teramat menangis, cinta yang aku tanam, dan kupendam selama 1 tahun lebih untuk seseorang yang membuatku menjadi manusia berarti, dan aku teringat untuk meminta maaf kepadamu.</p>
<p>Tahun ke-8, aku mencarimu, ada seonggok harapan untuk kembali, tapi aku urungkan dalam gelak tawa, kelakar palsu yang membuatmu ragu.</p>
<p>Tahun ke-9, aku sungguh menjadi manusia paling beku, saat traumaku membuat aku tak sanggup berdiri, dan aku sadar, betapa banyak aku menyakitimu, dan mungkin itu karmaku. Aku mencoba belajar ikhlas dan lebih sabar. Aku berterima kasih untuk pelajaran manismu.</p>
<p>Tahun ke-10, saat setiap hari, wajahmu selalu ada di mimpiku, dan aku tak menyadari Allah mempertemukan kita, dengan nomor-nomor yang seharusnya sudah tak ada lagi diingatanku, sungguh kau membuatku gila, karena memorimu terlalu melekat dalam hidupku.</p>
<p>Kita bertemu, dan seakan seperti tak pernah terjadi apapun, dalam sunyi yang selalu terjadi diantara hubungan kita, tak banyak bicara, hanya seperti isyarat, rasa cinta itu masih terlihat jelas dimatamu, walau benci membungkusnya rapi dalam kilatan cahaya kekesalanmu.<br />
Aku menangis memintamu untuk memaafkanmu, dan kau lupa caranya untuk melupakan pedihmu.<br />
Kau terlalu mencintaiku, hingga takutmu membuatmu tak ingin bersamaku, takut aku akan meninggalkanmu kembali.</p>
<p>Kedua kali aku bertemu denganmu, aku mulai jenuh dengan rutinitas yang kau beri kepadaku, kau merasakan itu, hingga kau menghilang, dan aku tak mencarimu.</p>
<p>Ketiga kali aku bersamamu, kau membuatku mencandu kembali, entah, rasa sayang itu muncul seperti 4 tahun kulewati bersamamu dulu, dan kau berhasil membuatku mencarimu hingga keujung dunia, ketika kau menghilang tanpa jejak.</p>
<p>Lelahku, membuat pertemuan keempat kita hambar, dan kau mencoba meraih semua peduliku, semua sisa-sisa cinta yang mungkin bisa kuberikan, dan kau berhasil memintamu kembali kepadaku. Dalam ragu dan sesak, aku menginginkanmu berjalan bersama melalui hidup ini berdua, hingga maut memisahkan kita, dan kau meminta waktu tanpa batas, dan traumamu sungguh membuatku terkurung dalam penjara bersalah.</p>
<p>10 cinta yang berjalan hanya untuk satu hati yang terluka, dan maafkan aku, karena lelahku untuk meyakinkanmu, dan aku menghilang, dan kembali menjauh, meninggalkanmu. Jangan mencariku, dan jangan ganggu hidupku lagi&#8230;</p>
<p>Sayang&#8230; biarkan cinta ini hanya di dalam peti mati saat aku masih dalam kecintaanku bersama kesendirianku tahun lalu&#8230; dan mencari pangeran terbaikku&#8230;<br />
SUngguh, terima kasih untuk menemani 10 tahun perjalanan hidupku, dengan cintamu yang tak sanggup kubendung, sayangmu yang tak sanggup aku minum, dan kasihmu yang membuatku tenggelam.<br />
Dan pintaku, berhentilah menyayangiku, jika itu akan membuatmu sakit dan membenciku.</p>
<p><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Based from true story&#8230;<br />
Created by: Nofriza aka Constantio<br />
Idea: at the train, February 2th, 2010<br />
Thanks to: BHS for the inspiration<br />
<span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=264&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/02/02/10-cinta-untuk-satu-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sabtu Pagi</title>
		<link>http://constantio.web.id/2010/01/23/kisah-sabtu-pagi/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2010/01/23/kisah-sabtu-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 17:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2010/02/10/kisah-sabtu-pagi/</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada yang lebih hangat Selain pelukanmu pagi ini Tak ada yang lebih indah Ketika kau merayuku jauh dari aktifitasku&#8230; Tak ada yang lebih unik dari caramu melakukan itu&#8230; Tak ada yang lebih cantik Ketika aku melihatmu tertidur dalam pelukanku&#8230; Tak ada yang menyenangkan dari pagi ini&#8230; Ketika tawamu masih sama seperti dulu Sentuhanmu masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak ada yang lebih hangat<br />
Selain pelukanmu pagi ini<br />
Tak ada yang lebih indah<br />
Ketika kau merayuku jauh dari aktifitasku&#8230;</p>
<p>Tak ada yang lebih unik<br />
dari caramu melakukan itu&#8230;<br />
Tak ada yang lebih cantik<br />
Ketika aku melihatmu tertidur dalam pelukanku&#8230;<span id="more-266"></span></p>
<p>Tak ada yang menyenangkan dari pagi ini&#8230;<br />
Ketika tawamu masih sama seperti dulu<br />
Sentuhanmu masih menggoda imanku&#8230;<br />
Dan caramu membuatku hanya terpaku pada duniamu&#8230;</p>
<p>Ada mata yang masih sayu dalam semu<br />
Ada pasrah dalam kecupanmu&#8230;<br />
dan ada anggukan kecil ketika aku bertanya<br />
&#8220;Masihkah kau mencintaiku&#8230;??&#8221;</p>
<p>Teramat cintamu padaku<br />
Hingga kau takut aku meninggalkanmu kembali<br />
Teramat sayangmu padaku<br />
Hingga kau kelu ketika aku memintamu untuk tinggal&#8230;</p>
<p>Saat satu cinta terlabuhkan<br />
Entah kapan cinta itu akan beralih&#8230;<br />
Dan cintamu tetap di pulauku, sayang&#8230;<br />
Tapi aku lupa jalan untuk menyambutmu sejak dulu<br />
Hingga berulang aku pergi dan menyisakan janji&#8230;</p>
<p>Terbiasaku denganmu<br />
Hingga kau seperti kekasihku, sahabatku, kakakku, ayahku&#8230;<br />
dan kau tetap berlaku seperti itu hingga hari ini&#8230;<br />
Untuk 10 tahun yang terjalin, untuk 4 tahun yang dibagi<br />
dan 6 tahun penantianmu&#8230;</p>
<p>Aku jadikan kisah ini&#8230; &#8220;Kisah Sabtu Pagi&#8221; Yang paling indah&#8230;<br />
Karena tanpa kau bicara&#8230;<br />
Kau jadikan aku teristimewa&#8230;<br />
Matamu mengisyaratkan cinta,<br />
Sentuhanmu mengatakan kasih&#8230;<br />
dan kata-kata lembutmu, tersirat sayang&#8230;</p>
<p><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
By: Nofriza aka Constantio&#8230;<br />
Create: January 23th, 2010</p>
<p>Inspired By True Story&#8230;.<br />
DIperuntukkan untuk mereka dan sahabatku yang masih mencintai orang yang pernah mengisi hari-harimu&#8230; tak perlu takut menggenggam, tak perlu takut berbicara, dan takut meminta, hanya takutlah untuk kembali menyakiti mereka&#8230; Karena cinta bisa membuat mereka menunggu begitu lama, dan memperlakukanmu sama seperti tak pernah terjadi benci yang merasuki mereka, karena kau tetap menjadi yang teristimewa, walau tak akan pernah bisa bersama&#8230;<br />
<span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=266&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2010/01/23/kisah-sabtu-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tinggal Sahabat</title>
		<link>http://constantio.web.id/2009/12/18/selamat-tinggal-sahabat/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2009/12/18/selamat-tinggal-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 14:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2009/12/18/selamat-tinggal-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[Aku menatap lelah ke arah rembulan, bertengger di batang pohon besar itu. Aku menunggumu dalam sepinya malam. Kaupun tiada pernah datang hingga sang mentari menyalami bumi. Biasanya kau akan mencari bintangmu dalam hamparan ribuan bintang, bintang terang itu datang malam tadi, tapi dirimu tak pernah muncul. Akh&#8230; ada apa denganmu, sahabatku&#8230; Tak biasa kau mengingkari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menatap lelah ke arah rembulan, bertengger di batang pohon besar itu. Aku menunggumu dalam sepinya malam.<br />
Kaupun tiada pernah datang hingga sang mentari menyalami bumi.</p>
<p>Biasanya kau akan mencari bintangmu dalam hamparan ribuan bintang, bintang terang itu datang malam tadi, tapi dirimu tak pernah muncul. Akh&#8230; ada apa denganmu, sahabatku&#8230; Tak biasa kau mengingkari janjimu seperti kemarin.<span id="more-251"></span></p>
<p>Mentari menyadarkanku untuk pulang, sebelum sapaan panasnya membuat tubuhku terbakar. Aku mencarimu sebelum siang, dan berita tentangmu datang mengenaskan, kau pergi sahabat? kenapa? kenapa kau meninggalkanku? kenapa semua impian kita harus tertunda disini?</p>
<p>Akh&#8230; tapi apa daya, aku tak bisa menghentikan tangan Tuhan untuk menarikmu kembali. aku tak bisa memarahi Dia karena mengambilmu, sahabat mungkin jika kita tidak saling berjanji untuk melihat bintangmu, mungkin pagi ini aku tidak akan berpakaian duka, berdiri di depan makammu. Aku masih bisa melihat tatapanmu yang lembut, dan tawamu yang hangat.</p>
<p>Akh&#8230; sahabat&#8230; bilalah Tuhan mengijinkan kita bertemu terakhir kali, aku akan menghabiskan waktu bersamamu seindah mungkin, hingga akan terkenang selamanya&#8230;</p>
<p>Selamat tinggal sahabat&#8230;.</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=251&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2009/12/18/selamat-tinggal-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk 10 Tahun Rasa Cintaku&#8230;</title>
		<link>http://constantio.web.id/2009/12/18/untuk-10-tahun-rasa-cintaku/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2009/12/18/untuk-10-tahun-rasa-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 14:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2009/12/18/untuk-10-tahun-rasa-cintaku/</guid>
		<description><![CDATA[10 tahun waktu yang panjang untuk sebuah cinta tak berbalas, 10 tahun adalah waktu yang tak pernah buatku lelah untuk menyayangimu dan 10 tahun adalah waktu dimana aku tak akan pernah bisa melupakanmu. Angka 10 merupakan angka sempurna dan aku menyempurnakannya dengan menanggalkan semua cinta itu di dalam box kenanganku, apakah ini awal dari sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>10 tahun waktu yang panjang untuk sebuah cinta tak berbalas, 10 tahun adalah waktu yang tak pernah buatku lelah untuk menyayangimu dan 10 tahun adalah waktu dimana aku tak akan pernah bisa melupakanmu.<br />
Angka 10 merupakan angka sempurna dan aku menyempurnakannya dengan menanggalkan semua cinta itu di dalam box kenanganku, apakah ini awal dari sebuah perjalanan cintaku yang baru ataukah hanya sebuah keinginan sesaat? Aku tak bisa menjawabnya, walaupun aku masih menginginkan figura wajahmu tetap di hatiku, selamanya.<br />
Tetapi tahun 1996 merupakan tahun yang tak akan pernah kulupakan, tahun dimana aku mengenalmu pertama kali, merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, dan kamulah yang mengajarkan aku caranya mencintai pertama kali, walaupun hatimu pun tertutup untukku, dari 10 tahun lalu, dari saat aku mengungkapkan rasaku, hingga saat ini, dan selamanya.<span id="more-250"></span></p>
<p>Dan aku masih mengingat bisuku ketika kau tanyakan mengapa aku mencintaimu, dan ketololanku untuk mencintaimu adalah sebuah kebiasaan yang membuatku merasa utuh, setiap didirimu walau tak pernah aku melihatmu lagi, aku tetap bisa menyayangimu dengan utuh.<br />
Apakah kini saatnya aku lelah untuk setia mencintaimu? dan adakah salah jika aku menutup buku sakral ini?, taukah kau buku ini penuh dengan uraian tangisku mengenangmu, mimpi-mimpiku yang hanya indah untuk segumpal asa yang tak bisa kugenggam.<br />
Adakah aku kini harus mendengarkan mereka?, berhenti mencintaimu dan mencari cinta sejatiku?, ataukah aku harus berpeluh dalam tangisku sendiri, uraian khayal hampa dalam setiap detik kehidupanku.<br />
Sudah 10 kali aku mencari penggantimu, dan aku hanya membuat rangkaian kecewa pada mereka, dan aku lelah untuk berkelana, adakah disana aku menemukanmu kembali ataukah Tuhan berbaik hati mengirimku pengganti dirimu.</p>
<p>Aku akan menanti walau untuk selamanya, aku akan setia untuk menunggu cinta sejatiku, untuk pangeran penunggang kuda putihku yang kucari.<br />
Dan untuk 10 tahun cintaku padamu, aku lengkapkan rasa ini dengan menutupnya selamanya, dan rasa sayang itu masih ada walaupun cinta itu kinipun mulai kujauhkan dari otak kecilku yang tak pernah berhenti memikirkanmu, mengulang dan mengurai detik demi detik kenangan bersamamu, jalan cerita hidupmu yang kulihat dengan sejuta cinta hanya untukmu.<br />
Aku pun mengurainya dalam lirik lagu yang pernah ku urai untuk sebuah lelah yang kini muncul dan menyadarkanku bahwa kaupun &#8220;BUKAN UNTUKKU&#8221;</p>
<p>Dan Kaupun akan menjadi kenangan terindah untukku, karena sejak pertama aku bertemu denganmu, aku menyadari bahwa cinta pada pandangan pertama itu nyata, cinta itu memang indah, dan cinta itu dapat membuatku mendapatkan berjuta rasa yang tak akan kulupakan, dan &#8220;KAU TAK AKAN TERGANTI&#8221;</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=250&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2009/12/18/untuk-10-tahun-rasa-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adakah yang lebih baik?</title>
		<link>http://constantio.web.id/2009/12/18/adakah-yang-lebih-baik/</link>
		<comments>http://constantio.web.id/2009/12/18/adakah-yang-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 14:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Constantio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://constantio.web.id/2009/12/18/adakah-yang-lebih-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Liku hidupku masih berkemelut Bersama hempasan badai yang beriring Entah, kenapa kau harus datang kembali Membawa cinta yang seharusnya hilang Aku termangu menatapmu Matamu nanar membawa tatapan sama Ribuan uraian kasih masih terhampar luas Tapi redupku semakin gelap Diantara cinta dan persahabatan kita Jika kau kembali saat ini Aku tak bisa rangkaikan kata cinta tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liku hidupku masih berkemelut<br />
Bersama hempasan badai yang beriring<br />
Entah, kenapa kau harus datang kembali<br />
Membawa cinta yang seharusnya hilang</p>
<p>Aku termangu menatapmu<br />
Matamu nanar membawa tatapan sama<br />
Ribuan uraian kasih masih terhampar luas<br />
Tapi redupku semakin gelap<br />
Diantara cinta dan persahabatan kita</p>
<p>Jika kau kembali saat ini<br />
Aku tak bisa rangkaikan kata cinta<br />
tak kuasa memintal harap untuk kasih buta<br />
Yang tersisa hanya sebuah persahabatan,<br />
Seperti dulu&#8230; mungkin sedikit dengan kadar yang kurang</p>
<p>Tanyaku pada dunia<br />
dan lirikku padamu saat hempasan gelombang itu menyela<br />
Adakah yang lebih baik?<br />
Adakah jawaban yang lebih pantas?</p>
<p>Jika aku memelukmu kala kau pulang<br />
Aku memelukmu dengan kehangatan seorang teman<br />
Aku menatapmu dengan ketulusan seorang sahabat<br />
Dan sayang&#8230;.<br />
Aku hanya menyayangimu tak lebih dari itu<br />
Tak bisa seperti yang kau mau&#8230;</p>
<img src="http://constantio.web.id/?ak_action=api_record_view&id=249&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://constantio.web.id/2009/12/18/adakah-yang-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
